Disdukcapil Kota Surabaya memastikan dugaan kebocoran data di situs resmi Dukcapil yang ramai dibicarakan di media sosial adalah hoaks. Kepala Disdukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan data tersebut bukan bocor, melainkan bagian dari upaya resmi Pemkot Surabaya untuk menertibkan administrasi kependudukan.
Data tahun 2024 yang ditampilkan merupakan warga yang tidak ditemukan saat petugas kelurahan melakukan pendataan jemput bola. Data itu sengaja diumumkan agar warga terkait segera datang ke kelurahan untuk mengonfirmasi keberadaannya. Langkah ini penting agar berbagai program bantuan Pemkot, mulai dari sosial, pendidikan, hingga kesehatan, tepat sasaran.
Eddy juga menegaskan data yang dipublikasikan telah disamarkan, seperti NIK dan nama, sehingga aman dan hanya bisa dikenali oleh pemilik data. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi menyesatkan di media sosial. Warga yang sudah pindah alamat pun diimbau segera melapor ke kelurahan agar data domisili diperbarui sesuai kondisi sebenarnya.
